Categories
Bisnis Online

Pesan Presiden Jokowi Untuk Anak Indonesia, Semangat Belajar Dan Bergembira

Pada masa PPKM Darurat, Pemerintah Provinsi DKI juga tidak memberlakukan pembelajaran tatap muka. Dinas Pendidikan DKI juga telah menghentikan PJM sementara waktu karena kasus COVID-19 di Jakarta terus melonjak. Tetaplah semangat belajar dan bermain di rumah untuk sementara waktu, ” tulis Jokowi. “Tapi saya titip anak-anak harus tetap semangat belajar, ya, tetap belajar meskipun tidak di sekolah. Anak-anak rindu juga ya rindu ketemu dengan temannya, ketemu dengan kakeknya, neneknya, pamannya, bibinya gitu ya?” ujar Jokowi. Presiden Joko Widodo juga mengingatkan anak-anak untuk selalu menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun setelah melakukan kegiatan, da menjaga jarak ketika berbicara dengan orang lain. “Jangan kita mau jadi rendah diri bahwa jika orang tua kita petani, ya kita harus jadi insiyur dimasa depan.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Nahdiana mengatakan, kesehatan dan keamanan peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan menjadi prioritas yang utama di masa pandemi ini. “Meskipun demikian, apabila kondisi Kota Depok semakin membaik, tidak menutup kemungkinan untuk diadakan tatap muka di pertengahan semester,” tambahnya. Pemerintah Kabupaten Kendal melakukan percepatan program vaksinasi, salah satunya dengan menerapkan pelayanan vaksin di pasar-pasar tradisional. Menurut dia, rencana PTM di perguruan tinggi juga mengikuti dibatalkan. Pihaknya akan terus mengevaluasi perkembangan kasus covid-19 di lapangan dan dikoordinasikan dengan Dinas Pendidikan setempat.

Ibu yakin anak-anak di indonesia bisa mewujudkan mimpinya asalkan mau bekerja keras meraih mimpinya,” ujarnya. Dalam Acara peringatan Hari Anak Nasional 2021 juga menampilkan hasil karya-karya terbaik anak seluruh Indonesia, yang diharapkan dapat menaikkan motivasi anak-anak agar tetap berkarya dari rumah. Adapun hasil karya yang ditampilkan seperti lukisan, tulisan berupa buku, dan kesenian daerah yang dipersembahkan oleh seluruh anak di Indonesia.

Dalam surat keputusannya, Kepala Dinas Pendidikan juga mengatur pembelajaran jarak jauh harus dilakukan secara bermakna dan menyenangkan. ” Kita sudah koordinasi dan mempertimbang untuk kembali melaksanakan vaksinasi massal, mengingat masih banyak warga yang belum divaksin, “kata dia. Ia melanjutkan, seluruh sekolah wajib mengikuti dan menaati aturan yang telah dibuat. Aturan ini pun telah disampaikan pada saat sosialisasi di GOR Panatayudha.

“Tapi saya titip, anak-anak harus tetap semangat belajar, tetap belajar meski tidak di sekolah,” pesannya. Dalam kesempatan itu, Jokowi juga mengingatkan anak-anak untuk selalu menerapkan protokol kesehatan. Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowimencoba memahami keluh kesah anak-anak ini, Bunda.

Anak-anak Indonesia tetap semangat untuk belajar dan berkarya, serta memiliki kepedulian untuk saling menjaga. Menjaga diri, menjaga keluarga, menjaga teman-teman, dan menjaga Indonesia,” pesan Menteri Bintang, dalam rilis yang diterima. Presiden berjanji membuka sekolah tatap muka jika kasus Covid-19 di Tanah Air menurun. KBR, Jakarta – Memperingati Hari Anak Nasional 2021, Presiden Joko Widodo melakukan bincang digital Sweet Bonanza dengan siswa-siswi SD Sudimara, Cilongok, Banyumas. Dalam kesempatan itu, Jokowi menjelaskan mengenai alasan mengapa sekolah tatap muka belum dibuka. Selain itu dapat pula diterapkan pembelajaran dengan sistem residence go to.

Sekolah dengan tatap muka dibatalkan

“Untuk rencana pembelajaran tatap muka yang rencananya mulai digelar pada eleven Januari mendatang ditunda,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan, Muhaimin, Senin (4/1) siang. Ia memastikan, jika dalam survei sekolah yang belum memenuhi SOP akan dibatalkan untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka. SE tertanggal 28 Desember 2020 itu ditandatangani Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X. Seluruh sekolah itu sebelumnya telah ditunjuk Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY sebagai percontohan pembelajaran tatap muka di masa pandemi dan sedianya menggelar simulasi pada 12 dan 25 Januari 2021 lalu. Namun, Pemberlakuan Terbatas Kegiatan Masyarakat membuat simulasi urung terlaksana. Pembelajaran tatap muka tetap dilakukan dengan mengikuti protokol Kesehatan yang ketat terdiri dari kondisi kelas pada jenjang pendidikan anak usia dini , pendidikan dasar dan pendidikan menengah menerapkan jaga jarak minimal 1,5 meter.